kemaren terjadi perdebatan aneh dan gak penting banget di telepon.
antara saya dan pelaku penipuan SMS amatiran yang agaknya memiliki sifat agak temperamen.
bermula dari saya mendapat SMS yang bermaksud menipu saya dari nomor flexy jakarta.
isinya sebagai berikut “Selamat anda memenangkan gebyar hadiah…bla..bla..bla..”
karena saya lagi gak ada kerjaan, muncul ide iseng saya untuk membalas SMS tersebut dengan SMS yang tak kalah najisnya.
eh..gak disangka-sangka, SMS saya mendapat sambutan hangat dari sang penipu. beliau membalas SMS saya yang isinya serupa dengan SMS beliau yang pertama, mungkin karena beliau malas untuk mengetik SMS, atau mungkin beliau sedang sibuk mencoba menipu orang lain barangkali.
saya pun terpancing untuk membalas SMS tersebut dengan kata-kata yang cukup melecehkan..
beberapa saat kemudian telepon saya berdering, telepon tanpa nomor atau private number.
saya fikir itu dari orang tua saya di kampung, karena ayah saya sering menelepon saya dengan mengaktifkan fasilitas hide number, tak tahu apa maksudnya
tanpa ragu saya angkat telepon tersebut, dan tak disangka orang di seberang sana yang saya fikir ayah saya mengucapkan kata “monyet” kepada saya, tentu saja kata tersebut bertujuan mengatai saya.
saya segera menyadari kalo si penelpon adalah sang penipu amatir.
dari sanalah perdebatan aneh terjadi, beliau berulangkali mengucapkan kata monyet..dan saya membalas dengan kata-kata yang tak kalah melecehkan dan merendahkan derajat kemanusiaan.
mungkin karena kesal beliau menutup teleponnya, padahal saya belum selesai dengan kalimat-kalimat saya yang penuh dengan pelecehan.
karena saya belum puas, saya SMS beliau lagi dengan kata-kata yang sangat “ngece”.
dan tak disangka lagi, emosi beliau terpancing dan menelpon saya kembali.
perdebatan sesion 2 pun berlangsung, dan saya melancarkan serangan dengan kata-kata yang lebih busuk.
sedangkan beliau yang kurang kreatip masih dengan kata-kata yang sama mencoba membalas perkataan saya.
akhirnya beliau menutup teleponnya kembali, dan tidak menghubungi saya lagi sampai sekarang. padahal saya cukup menantikan telepon beliau. untuk meluapkan kata-kata kasar, najis, dan hina.
lumayan buat pelampiasan amarah..hehehe